Ramlan Ruvendi

Jadilah pelita di kegelapan…!!!!

Laporan : Perjalanan Ke Sumbar

1 Komentar

Tahun 2006 saya sempat berkunjung ke Bukittinggi Sumatera Barat dalam rangka konsiyering penyusunan program 2007 untuk kantor dimana saya bekerja. Pada kunjungan tersebut kami (rombongan) berkesempatan untuk melakukan rekreasi ke tempat/obyek wisata yang cukup menarik seperti Danau Maninjau, Pusat Perajin Perak di Kato Gadang, dan tidak ketinggalan pula ke Pasar Atas dimana terdapat menara yang disebut Jam Gadang.

Sepanjang perjalanan kami mendapat uraian naratif dari Pemandu Wisata yang telah disiapkan EO (Even Organizer) tentang sejarah setiap obyek wisata yang dikunjungi, dan tidak lupa juga humor, joke dan dongeng lucu meluncur dengan ringan dari mulut pemandu wisata.

Berikut ini beberapa kisah yang sempat terekam dan tersisa dalam ingatan saya :

1. Kisah tentang Lift dan Oven :

Dikisahkan seorang anak dari Sumatera Barat yang berkesempatan merantau ke Jakrata. Di Jakarta si anak ini cukup berhasil dalam bisnisnya, sehingga pada suatu saat dia dapat mengajak ayahnya untuk berkunjung kesana.

Sesampai di Jakarta si ayah ini meluangkan waktunya untuk jalan-jalan menikmati ramainya kota Jakarta hingga sampai di sebuah lift.

Di pintu lift di Ayah melihat tulisan berbunyi “OPEN” yang mengingatkan dia pada sebuah alat pembakar kue di kampungnya yang biasa disebut OVEN. Dia berfikir bahwa lift ini adalah sebuah alat pembakaran kue dalam ukuran besar.

Tidak lama kemudian datang seorang bule yang hendak masuk lift, lantas dia memijit tombol “OPEN”, melihat itu si Ayah berusaha untuk mencegah si Bule agar tidak masuk lift sambil berkata, “Jangan masuk ke situ tuan, nanti tuan gosong …. tau rasa”. Akan tetapi si bule tersebut tidak menghiraukan larangannya, karena tidak mengerti apa yang dimaksud si Ayah ini.

Tidak lama kemudian setelah si Bule masuk lift, pintu lift tersebut terbuka kembali dan keluarlah dari pintu yang sama seorang negro yang tingginya hampir sama dengan si bule tadi. Dengan serta merta si Ayah ini berucap, “mampus luh, sudah dilarang jangan masuk OPEN malah maksa juga, akhirnya gosong kan…….”

2. Praktikum IPA

Suatu ketika di sebuah SMA di Bukit Tinggi saat berlangsung pelajaran IPA, Guru mata pelajaran tersebut meminta seorang muridnya untuk mempergakan hasil percobaannya. Dimana seminggu sebelumnya guru IPA tersebut telah menugaskan para siswanya untuk melakukan percobaan.

Salah seorang siswa yang diminta maju ke depan kelas memperlihatkan 2 gelas berisi air sambil berkata, “Yang terhormat Bapak Guru IPA, juga rekan-rekan sekalian yang kami cintai, dalam kesempatan ini saya ingin memperagakan dua gelas yang telah kami isi masing-masing air putih dan satu lagi minuman beralkohol”.

K emudian murid ini melanjutkan, “ke dalam kedua gelas ini akan saya masukkan masing-masing seekor cacing tanah.”

Lantas si murid tadi memasukaan cacing ke dalam gelas peraga. Beberapa menit kemudian cacing di dalam gelas yang berisi minuman beralkohol mendadak mati, sedangkan cacing di dalam gelas air putih masih hidup dan bergerak dengan lincahnya.

Kemudian si murid tadi berkata, “rekan-rekan sekalian apa yang dapat kita simpulkan dari hasil percobaan tadi ? Saya dapat menyimpulkan bahwa jika ingin membunuh cacing di dalam tubuh kita sebaiknya kita meminum minuman yang mengandung alkohol”.

Gelak tawapun pecah diruangan kelas, demikian juga si guru ……………………

To be continue ……………………………… (masih ada lagi tunggu saja)

………….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s