Ramlan Ruvendi

Jadilah pelita di kegelapan…!!!!

Harga BBM Naik atau Tidak ????

Tinggalkan komentar

31 Maret 2012

Drama politik, semalam baru saja dipertontonkan oleh para wakil Rakyat yang terhormat pada saat sidang paripurna untuk menentukan dan memutuskan Undang-Undang APBNP dimana didalamnya dihadapkan pada  2 opsi antara memilih tetap mempertahankan Pasal 7 ayat 6 tanpa tambahan kalimat, dengan opsi menambahkan ayat 6a pada pasal 7 (opsi ini berpotensi harga BBM naik).

Seperti yang dikemukakan oleh salah seorang anggota PDIP dan ahli komunikasi politik bahwa penambahan ayat 6a pada pasal 7 menunjukkan logika yang bertentangan, di satu sisi BBM tidak boleh dinaikkan tapi di sisi lain dapat dinaikkan. Apabila keputusan tersebut diajukan untuk dilakukan yudicial review maka berpotensi akan ditolah oleh Mahkamah Konstitusi.

Namun terlepas dari itu semua, dan meskipun harga bahan bakar minyak bersubsidi saat ini tidak naik, akan tetapi riuh dan gempitanya acara persidangan semalam tidak kalah menariknya dengan acara Opera Van Java. Hujan interupsi seperti biasanya mewarnai setiap persidangan mengingatkan kepada saya saat-saat dulu waktu belajar teknik persidangan, saat belum mengerti tata cara dan etika persidangan yang benar ….. ya begitulah suasananya persis seperti yang dipertontonkan anggota Dewan terhormat semalam. Memang diantara interupsi yang disampaikan banyak pendapat yang memberikan pencerahan dan informasi yang bagus, akan tetapi tidak kurang juga yang pendapatnya asal bunyi, pokoknya asal ngomong dan dilihat orang banyak, perkara isinya itu nomor sekian. Kita juga melihat bahwa sebagian para pendukung opsi 1 tidak semuanya murni memperjuangkan tuntutan Rakyat, tetapi tidak lebih dari berpura-pura pro rakyat dan hanya untuk menarik simpati calon pemilih pada pemilu yang akan datang. Misalnya ada ucapan dari salah seorang anggota partai : “supaya rakyat Indonesia tahu dan menyaksikan bahwa partai kami menolak kebijakan kenaikan harga BBM….” kata-kata itu sepertinya ingin menyampaikan pesan : wahai rakyat Indonesia akulah pahlawan bagi Rakyat, maka pilihkan aku pada Pemilu yang akan datang.

Kadang saya berfikir, menyesal juga memberikan suara kepada anggota Dewan yang terhormat – (yang tidak menghormati dan menjaga diriya sendiri). Rasanya kontribusi yang diberikan anggota Dewan untuk rakyat tidak sesuai dengan fasilitas yang diterimanya dari Rakyat.

Oh Indonesiaku, oh Ibu pertiwi seperti inilah dagelan politik di negeri ………………….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s