Ramlan Ruvendi

Jadilah pelita di kegelapan…!!!!


Tinggalkan komentar

Mengurangi Hambatan Kekurangan RAM pada Windows di Komputer Anda

Tulisan ini merupakan kutipan utuh dari Blognya Rekan Saya : Tutang seorang pemerhati, Instruktur,dan Pakar IT, mudah mudahan bermanfaat untuk pembaca semua.

————————————————————————————————–

Apakah Anda sudah memasang Windows 8 di Laptop Anda? Trus apakah sudah mencoba fitur yang bernama ReadyBoost? Fitur ini sebenarfnya sudah ada sejak Windows Vista di perkenalkan, namun tentu saja terus dikembangkan dari segi kemampuannya. Namun perlu diketahui bahwa sebelum Anda membeli Laptop dan memasang sistem operasi harus diperhatikan kemampuan dari lapotp dan tentu saja nantinya akan berhubungan erat dengan fitur dari sistem operasi yang akan Anda pasang.

Kalau kita perhatikan saat ini jarang dan bisa dikatakan hampir tidak ada laptop, netwbook atapun komputer PC yang menggunakan memory 128 Mbyte atau 512 Mbyte. Umumnya sudah terpasang memori di atas 1 Gbyte. Namun kadang-kadang kapasitas slot memori yang tersedia untuk laptop atau netbook kelas mengenah umumnya sudah maksimal 2 Gbyte dan apabila akan menaikan memori sudah tidak memungkinkan lagi karena mainboard yang digunakan sudah tidak memungkinkan lagi untuk dipasang atau ditingkatkan kapasitas memorinya.

Oleh karena itu apabila Anda akan membeli laptop atau komputer sebaiknya dicek sampai berapa apabila suatu saat memoriya akan ditingkatkan. Namun demikian, bagi mereka yang sudah terlanjur dan memiliki laptop atau komputer dengan memori maksimal 1 Gbyte, maka solusi agar Laptop, netbook atau komputer Anda bisa bekerja maksimal yaitu dengan mengingkatkan Virtual Memori dengan memanfaatkan fasilitas yang bernama ReadyBoost.

Memory tidak masalah

Seperti telah dijelaskan diawal tulisan ini, bagi laptop atau komputer generasi 2007 atau 2008 yang masih menggunakan mainboard yang hanya support maksimal 1 Gbyte, tidak perlu report cukup memanfaatkan USB Flash untuk meningkatkan virtual memori komputer Anda.

Sebenarnya fasilitas Readyboost ini sudah diperkenalkan sejak beberapa waktu lalu, tetapi tidak semua pengguna Windows Vista, Windows 7 dan bahkan Windows 8 sudah mengenal dan memanfaatkan teknologi ini untuk meningkatkan kecepatan komputernya. Fitur ini sangat mumpuni dan cukup baik bila digunakan secara maksimal, baik di Windows Vista, Windows 7 maupun Windows 8. Sehingga dengan memanfaatkan fitur canggih ini komputer yang sebelumnya sedikit lambat akan tertolong dan kecepatannya akan meningkat dibandingkan sebeumnya.

Apa yag dimaksud dengan ReadyBoost? Readyboost adalah fitur canggih yang disediakan Microsoft untuk meningkatkan performa komputer dengan memanfaatkan USB Flash disk, SD Card ataupun Memory Card. Sebagai contoh, untuk meningkatkan Virtual Memory, Anda akan menggunakan USB FlashDisk misalnya Kingstone 4 GB. Dengan menggunakan FlashDisk tersebut, kecepatan komputer Anda akan meningkat.

Gambar 1. Salah satu tanda baha flashdisk yang digunakanmendukung fasiltas ReadyBoost, sehingga terlihat Speed up my system Using Windows ReadyBoost

Dengan teknologi ReadyBoost tersebut komputer akan mampu menyediakan cache memory sebagai perluasan RAM (Random Access Memory) komputer untuk meningkatkan kinerja Windows Vista 7, Windows 2008 atau Windows 8. Sebagaimana kita ketahui bahwa, sistem operasi khususnya keluarga Microsoft Windows mempunyai jalur cepat untuk mengakses resources dari memori dibandingkan lewat media lain seperti hard disk. Oleh karena itu peningkatan virtual memory akan sangat membantu dalam hal ini.

Langkahnya bagaimana?

Untuk menggunakan fitur ReadyBoost tersebut Anda siapkan Flashdisk. Sebelumya Anda coba masukkan FlashDisk tersebut apakah mendukung ReadyBoost atau tidak. Jika mendukung, maka akan tampil seperti gambar AutoPay dan disitu terlihat pilihan Speed up my system (Using Windows ReadyBoost).

Dengan melihat kompatibilitas tersebut, maka dapat dipastikan FlashDisk Anda mendukung fasilitas Readyboost. Untuk selanjutnya lakukan proses format, pada saat format tersebut pahatikan Anda harus menggunakan pilihan NTFS (New Technology File System), FAT16 (File Alocation Table), atau FAT32 saja. Setelah proses format selesai dilaksanakan Anda bisa langsung memanfaatkan fasiltas tersebut. Untuk itu cara yang harus Anda lakukan adalah sebagai berikut:
•Masukkan USB Flash disk atau memory card dengan kapasitas minimal 1GB, mendukung standar USB 2.0 serta harus kompatibel dengan ReadyBoost.
•Kemudian, sistem akan memberikan pilihan apakah USB Flash disk tersebut akan digunakan untuk media penyimpanan atau untuk ReadyBoost. Di sini Anda pilih untuk ReadyBoost.
•Pilihlah menu ‘Use this device’ dan tentukan kapasitas memorinya, jika Anda tidak akan menggunakan memori default yang sudah ditentukan secara otomatis oleh Windows Vista atau Windows 8.

Selain cara di atas, Anda juga bisa menggunakan fasilitas ReadyBoost dengan cara yang lebih umum dilakukan, yaitu: Klik kanan muuse Anda tepat di USB Flashdisk Anda, pilih dan klik Properties, lalu klik Readyboost. Setelah itu klik Dedicated this device to Readyboost atau bisa juga dengan memilih Use this device, kemudian Anda tentukan jumlah memori yang akandigunakan. Apabila sudah selesai klik Apply atau OK.

Setelah melakukan proses seperti yang dijelaskan di atas, untuk mengetahui hasilnya Anda cukup mengklik Flashdisk, akan terlihat pada Faslhdisk tersebut berwarna merah seolah penuh dengan data. Kemudian Anda klik USB tersebut dan akan terlihat file baru bernama ReadyBoost. Kalau Anda klik lagi di atas file ReadyBoost, maka akan tidak bisa membuka file tersebut, karena memang bukanlah file data.

Kenapa menggunakan memori flash yang mendukung fitur ReadyBoost untuk melakukan caching dan mengizinkan Windows Vista, Windows Server 2008 atau Windows 8 untuk melakukan pembacaan disk secara acak dengan performa yang umumnya 80 hingga 100 kali lebih cepat ketimbang hard disk tradisional biasa? Di sini fungsi caching bisa diaplikasikan ke semua isi dari hard disk seperti dll, sys, dan lain sebagainya.

Perangkat memori flash umumnya lebih lambat memang saat digunakan untuk memproses I/O secara berurutan (sequential I/O), sehingga untuk memaksimalkan performa, ReadyBoost menawarkan logika untuk mengenali permintaan pembacaan secara berurutan yang besar, untuk itu lalu mengizinkan permintaan-permintaan tersebut dilayani oleh hard disk, sehingga kecepatan maksimal akan didapatkan.

Persyaratan ReadyBoost

Untuk menjalankan fitur ReadyBoost apakah memerlukan persyaratan khusus? Sebenarnya tidak memerlukan persyaratan khusus. Namun tidak semua perangkat keras bisa digunakan dan mendukung fasilitas ReadyBoost yang disediakan Microsoft untuk meningkatkan kemampuan Virtual Memory. Sebagai gambaran berikut ini adalah beberapa persyaratan minimal untuk menjalankan dan memanfaatkan fitur ReadyBoost tersebut.
•Kapasitas yang dibutuhkan minimal 256 MiB (atau 250 MiB setelah pemformatan).
•Perangkat yang lebih besar daripada 4 GiB akan memiliki hanya 4 GiB yang bisa digunakan untuk fitur ReadyBoost.
•Perangkat tersebut harus memiliki waktu akses 1 milidetik atau bahkan kurang dari 1 milidetik.
•Perangkat tersebut harus mampu melakukan pembacaan paling tidak 2,5 Megabyte per detik. Sementara itu untuk pembacaan acak dalam blok 4 KiB di atas keseluruhan drive tersebut. Selain itu perangkat keras yang digunakan juga harus mampu melakukan penulisan paling tidak 1,75 Megabyte per detik untuk penulisan secara acak dalam blok 512 KiB di atas keseluruhan drive tersebut.
•Perangkat tersebut minimal harus memiliki ruangan kosong sebesar 235 MiB.
•Selain itu perangkat tersebut juga harus diformat dengan menggunakan NTFS, FAT16, atau FAT32. Sistem berkas exFAT tidak didukung oleh fitur ReadyBoost. Untuk keamanan sebaiknya Anda forat NTFS saja.
•Fitur ReadyBoost dalam Windows Vista, Windows Server 2008 atau Windows 8 hanya dapat mendukung satu perangkat saja yang bisa digunakan untuk fitur ini. Jadi jika Anda akan memanfaatkan dua FlashDisk sekaligus, maka hal ini tidak mungkin bisa dilakukan, karena hanya satu perangkat saja yang didukung pada saat sistem bekerja.

Perlu diketahui bahwa jumlah kapasitas memori flash yang dapat digunakan untuk akselerasi Windows ReadyBoost yang direkomendasikan adalah satu sampai dengan tiga kali jumlah kapasitas memori yang terinstalasi dalam Laprop, NetBook atau komputer Anda. Dengan melihat fitur ini secara mendalam kemungkinan besar banyak juga yang tertarik untuk memanfaatkan ReadyBoost untuk meningkatkan kinerja Windows Anda.


Tinggalkan komentar

Mengenal Tata Suara Bioskop atau Bioskop Rumah

Format Audio Surround Dolby, DTS & THX

Dolby Digital pertama kali memasuki pasar dengan di rilisnya film Batman Return tahun 1992. Pada tahun-tahun awal ini pesaing utama Dolby Digital adalah Kodak CDS (Cinema Digital Sound) yang ternyata telah lebih dahulu beredar dipasar dari tahun 1990 – 1992 dengan 9 judul film, termasuk diantaranya adalah film Terminator 2. Namun akhirnya sistem CDS tidak digunakan lagi sejak Universal Studio mengadopsi Dolby Digital secara luas. Sampai akhirnya pada tahun 1993, DTS (Digital Theater System) dan SDDS (Sony Dinamic Digital Sound) diperkenalkan lewat film Jurasic Park dan Last Action Hero. Perlahan-lahan format DTS kemudian banyak di adopsi oleh film-film box-office. Sejak itu dominasi Dolby yang telah puluhan tahun diramaikan dengan persaingan format DTS dan berlomba menjadi sistem audio surround yang terbaik. Belakangan sistem surround tidak saja hanya untuk konsumsi film theater, tetapi kemudian meluas diadopsi oleh sistim audio/video konsumen rumah seperti DVD/Home Theater. Tulisan berikut ini mencoba untuk merangkum beberapa standar sistem surround yang kerap dijumpai di pasar. Ada beberapa logo yang kerap tertera pada cover Radio Tape, VCR, DVD, DVD player, video game dan beberapa sistem audio video yang terintegrasi dalam home theater. Berikut ini adalah penjelasan singkat dari logo-logo tersebut.

Dolby Pro Logic

Tahun 1982 Dolby Laboratries Inc. mulai memberikan lisensi yang membolehkan sistem audio surround untuk konsumsi perangkat rumah seperti perangkat VCR VHS/Beta. Dolby Surround merupakan trade mark yang menunjukkan bahwa sistem audio dari rekaman audio/video tersebut telah mengadopsi sistem ini. Dolby Surrond adalah standar format rekaman audio yang meng-encode 4 kanal suara (terdiri dari left, right, center dan surround) menjadi 2 kanal stereo. Seiring dengan itu, sistem Dolby Pro Logic adalah decoder yang di adopsi oleh banyak perangkat pemutar untuk men-decode 2 trek stereo tersebut menjadi empat kanal suara left, right, center dan surround. Tanpa decoder, format Dolby Surround yang terdengar adalah seperti kualitas stereo biasa. Walaupun kadang ada sistem yang dilengkapi dengan 5 speaker, namun 2 speaker surround-nya merupakan satu kanal surround mono.

Dolby Pro Logic II

DD1 Sistem ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari Dolby Pro Logic (yang dikenal juga dengan Dolby Pro Logic I). Bedanya, sistem Dolby Pro Logic II dapat men-decode 5 kanal surround (left, right, center, left surround dan right surround) dari rekaman stereo. Lima kanal surround dapat di decode dari 2 kanal stereo apa saja dan tidak tergantung apakah rekaman ini telah di encode dengan format Dolby Surround apa tidak. Suara surround yang dihasilkan adalah suara surround stereo.

Dolby Digital 5.1

Pada tahun 1984 Dobly mengembangkan standard encoding digital kanal audio yang dinamakan format AC1 (audio coder 1). Format ini diadopsi oleh beberapa penyelengara broadcast tv satelite dan tv cable. Kemudian di kembangkan format AC2 dengan kualitas audio yang lebih baik. Seiring dengan perkembangan teknologi digital dan chip DSP, kemudian Dolby Laboratories mengembangkan Dolby AC3 di tahun 1992 yang menjadi cikal dari sistem surround Dolby Digital 5.1 atau disebut singkat dengan Dolby Digital (di singkat DD). Dahulu sistem ini disebut juga dengan Dolby SRD (Spectral Recording Digital). Konfigurasi 5.1 memiliki 6 kanal suara yang terpisah. Dinamakan demikian, sebab pada sistem audio ini ada terdapat 5 kanal utama ( right, center, left, right surround, left surround) dan satu kanal dengan notasi 0.1 yaitu kanal efect yang disebut LFE (Low Frequency Effect). Pada prakteknya kanal effect ini di realisasikan dengan sub-woofer, untuk mem-visualisasikan suara efek seperti suara bom, gemuruh gempa dan hentakan kaki dan sebagainya. Namun pengertian kanal LFE tidak mesti sama dengan sub-woofer, sebab LFE membawa informasi fraksi dari frekuensi-frekuensi rendah yang bisa saja dibagi ke speaker surround kanan dan kiri. Besar data rate digital pada sistem DD adalah 384 kbps sampai 448 kbps dengan sampling 48 KHz.

DTS Digital
 Tahun 1992 merupakan tahun yang penting buat perkembangan sistem DTS. Saat itu mereka dapat meyakinkan Steven Spielberg melalui demonstrasi format ini yang dimainkan dari rekaman yang disimpan dalam hardisk. DTS kemudian diadopsi untuk film box office Jurasic Park. Sistem DTS Digital atau di singkat DTS juga memiliki 6 kanal suara dengan format 5.1. Sama seperti DD ada kanal LFE yang membawa frekuensi rendah 20 – 80 Hz. Standard rate datanya adalah 1.4 Mbps untuk CD/LD dan 1.5 Mbps untuk DVD dengan sampling 48 KHz dan resolusi 24 bits. Memang ukuran data DTS lebih besar atau standard ratio kompresinya (3.5 : 1 dibanding 12 : 1 pada DD) lebih tidak efisien dibandingkan DD, namun argumen yang dikemukan oleh DTS adalah semakin kecil ratio kompresi maka suara yang dihasilkan DTS akan lebih natural.

SDDS
Sony Dynamic Digital Sound logo.svg

Sistem SDDS (Sony Dinamic Digital Sound) dari Sony ini memiliki 6 atau 8 kanal suara (right, left right center, center, left center, sub woofer, right surround dan left surround). Beberapa film layar lebar menggunakan format SDDS terutama film-film produksi Sony Entertainment. Reader dan decoder khusus untuk ini di tambahkan pada proyektor pemutar film. Format SDDS sampai saat ini secara eksklusif hanya ada untuk film bioskop saja dan belum di adopsi untuk konsumen rumah. Tentu saja hingga kini SDDS belum di-support oleh banyak pemutar DVD/ home theater.

THX
THX

THX bukanlah suatu standard format rekaman suara, melainkan standard bagaimana sistem audio video yang baik dapat dihasilkan. THX merupakan lembaga sertifikasi kualitas performansi audio pada suatu ruangan. Lembaga ini digagas oleh Lucas Films dan nama THX diambil dari film Lucas pertama yang berjudul ‘THX 1138’. Nama Tomlinson Holman yang kala itu selaku direktur teknik Lucas film, bersama timnya tahun 1980an adalah pionir yang menetapkan cikal dari standard THX saat ini.
Untuk sistem audio, sertifikasi lebih ditujukan pada desain tata ruang, isolasi, desain akustik, serta pemilihan dan penempatan sistem audio. Ada dua jenis sertifikasi, yang pertama dinamakan THX Ultra untuk ruangan sekelas cinepleks atau theater dan yang kedua THX Select untuk ruangan kecil seperti home theater. Sertifikasi ini tentu akan menambah biaya produksi dari satu film atau perangkat yang mendapat sertifikat. Namun pinsipnya ada harga tentu ada kualitas.

Penutup
Paparan ini terlepas dari pro dan kontra tentang mana sistem audio surround yang lebih baik. Format-format yang berbeda tentu memiliki karakteristik yang berlainan, serta menawarkan ruang bagi para sinemator berkreasi memvisualisasikan audio untuk mendukung cerita yang diinginkan. Kualitas suara dan efeknya yang sampai ke telinga penonton masih tergantung dari kualitas tata ruang, akustik dan lain sebagainya. Sejauh ini ada 4 format audio yang selalu ada dalam satu rekaman film diantaranya, DD, DTS dan SDDS dan Stereo Analog standard. Untuk film layar lebar informasi audio (salah satu atau ke-empatnya) di print di pinggir film seluloid tersebut. Terkadang ada dua judul film yang sama dibuat dengan rekaman audio yang berbeda. Tulisan di atas masih menyisakan pokok bahasan tentang format surround yang muktahir. Diantaranya adalah format 6.1 dan 7.1 dengan DD EX (Extended), DTS ES (Extended Surround) dan DTS 96-24. Bagi konsumen, perbedaan format-format tersebut menjadi pertimbangan untuk memiliki sistem yang saling kompatibel.

Artikel ini dikutip dari tulisan Saudara : Aswan Hamonangan yang dipublikasikan dalam Blognya.


Tinggalkan komentar

Harga BBM Naik atau Tidak ????

31 Maret 2012

Drama politik, semalam baru saja dipertontonkan oleh para wakil Rakyat yang terhormat pada saat sidang paripurna untuk menentukan dan memutuskan Undang-Undang APBNP dimana didalamnya dihadapkan pada  2 opsi antara memilih tetap mempertahankan Pasal 7 ayat 6 tanpa tambahan kalimat, dengan opsi menambahkan ayat 6a pada pasal 7 (opsi ini berpotensi harga BBM naik).

Seperti yang dikemukakan oleh salah seorang anggota PDIP dan ahli komunikasi politik bahwa penambahan ayat 6a pada pasal 7 menunjukkan logika yang bertentangan, di satu sisi BBM tidak boleh dinaikkan tapi di sisi lain dapat dinaikkan. Apabila keputusan tersebut diajukan untuk dilakukan yudicial review maka berpotensi akan ditolah oleh Mahkamah Konstitusi.

Namun terlepas dari itu semua, dan meskipun harga bahan bakar minyak bersubsidi saat ini tidak naik, akan tetapi riuh dan gempitanya acara persidangan semalam tidak kalah menariknya dengan acara Opera Van Java. Hujan interupsi seperti biasanya mewarnai setiap persidangan mengingatkan kepada saya saat-saat dulu waktu belajar teknik persidangan, saat belum mengerti tata cara dan etika persidangan yang benar ….. ya begitulah suasananya persis seperti yang dipertontonkan anggota Dewan terhormat semalam. Memang diantara interupsi yang disampaikan banyak pendapat yang memberikan pencerahan dan informasi yang bagus, akan tetapi tidak kurang juga yang pendapatnya asal bunyi, pokoknya asal ngomong dan dilihat orang banyak, perkara isinya itu nomor sekian. Kita juga melihat bahwa sebagian para pendukung opsi 1 tidak semuanya murni memperjuangkan tuntutan Rakyat, tetapi tidak lebih dari berpura-pura pro rakyat dan hanya untuk menarik simpati calon pemilih pada pemilu yang akan datang. Misalnya ada ucapan dari salah seorang anggota partai : “supaya rakyat Indonesia tahu dan menyaksikan bahwa partai kami menolak kebijakan kenaikan harga BBM….” kata-kata itu sepertinya ingin menyampaikan pesan : wahai rakyat Indonesia akulah pahlawan bagi Rakyat, maka pilihkan aku pada Pemilu yang akan datang.

Kadang saya berfikir, menyesal juga memberikan suara kepada anggota Dewan yang terhormat – (yang tidak menghormati dan menjaga diriya sendiri). Rasanya kontribusi yang diberikan anggota Dewan untuk rakyat tidak sesuai dengan fasilitas yang diterimanya dari Rakyat.

Oh Indonesiaku, oh Ibu pertiwi seperti inilah dagelan politik di negeri ………………….


Tinggalkan komentar

Kenaikkan Bahan Bakar Minyak

Hari ini (30 Maret 2012) konon katanya demo akan digelar secara besar-besaran terkait dengan rencana Pemerintah untuk menaikkan harga BBM. Mungkin saja benar logika pemerintah untuk menaikan harga Premium sebesar Rp 1.500,- (dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.000 per liter) adalah hasil perhitungungan yang cermat, matang, dan rasional dengan mengikuti alur logika ekonomi kuat. Akan tetapi setiap kebijakan haruslah memiliki “kebijaksanaan” yang memikirkan semua aspek pemikiran yang arief dan dingin.

Saat ini demonstrasi yang berlangsung secara masif hampir disemua wilayah Indonesia telah melibatkan berbagai elemen masyarakat, jangan dilihat oleh Pemeritah sebagai respon ketidaksukaan terhadap pemerintah, akan tetapi harus dilihat dari sebagai cerminan dari logika masyarakat yang resah, galau, memikirkan masa depan hidupnya. Barangkali hitung-hitungan Pemerintah sangat berbeda dengan hitung-hitungan masyarakat luas oleh karena itu harus ada pemecahan yang terbaik sehingga biaya sosial yang ditanggung tidak terlalu besar.

Coba renungkan kata-kata berikut :

1. Fox populi pox dei

2. Demokrasi itu berarti kekuasaan ada di tangan rakyat.

3. Suara terbanyak adalah cerminan obyektivitas.

 


2 Komentar

Pilpres 2009

Hari kemarin, kita bangsa Indonesia baru saja melaksanakan hak politik untuk memilih calon Pemimpin Bangsa periode 2010-2014.
Pesta politik kini sudah usai tinggal kita menunggu hasilnya seperti apa. Dari data sementara baik dari KPU maupun hasil Quickcount sudah memperlihatkan kandidat Presiden dan Wakil Presiden dengan skor tertinggi. Tentunya meskipun itu hasil survey (sampling) akan tetapi sepanjang survey tersebut dilakukan dengan menggunakan metodologi yang benar maka hasilnya tidak akan berbeda dari perhitungan realcount (coba kita lihat nanti).
Seandainya hasil quickcount seperti itu sama dengan realcount dan kemudian pemilihan memang tidak mesti 2 putaran, maka rakyat sangat berharap tidak akan terjadi seperti kasus di Iran yang meninggalkan biaya sosial yang cukup tinggi.
Kita semua berkeinginan agar para calon yang kalah dalam persaingan ini akan bertindak legowo dan menerima kekalahan, tentunya dengan suatu catatan bilamana ada kecurangan yang terjadi biarkan hukum yang akan  menyelesaikannya. Kita berharap jangan sampai kecurangan dalam satu atau beberapa TPS akan membatalkan hasil pemilu secara keseluruhan.
Kami percaya bahwa semua calon-calon presiden adalah anak bangsa yang memiliki jiwa kenegarawanan yang tinggi. Biarkan rakyat yang menentukan pilihan-pilihan cerdasnya dan hukum yang mengadilinya setiap kecurangan yang terjadi . Kita tidak berharap rakyat akan berbenturan dengan rakyat.


Tinggalkan komentar

Kuliah Gratis Jenjang D-3 Akuntansi

Kabar gembira untuk teman-teman di Bogor dan sekitarnya yang merupakan lulusan SLTA tahun 2007 – 2009 yang bermaksud untuk melanjutkan studi ke Jenjang Diploma 3 Akuntansi. STIE Binaniaga Bogor menyediakan beasiswa penuh (mahasiswa tidak membayar dana pendidikan sampai selesai masa studi) untuk dididik di Program D3 Akuntansi STIE Binaniaga. Program D3 Akuntansi ini terakreditasi BAN-PT dengan Peringkat B. Yang berminat dapat melihat informasinya pada website : http://www.stiebinaniaga.ac.id —–